Kabar peluncuran mobil esemka ini diungkapkan oleh calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Ma'ruf Amin.
"Bulan Oktober nanti akan diluncurkan mobil nasional bernama Esemka, yang dulu pernah dirintis oleh Pak Jokowi. Akan diproduksi besar-besaran," kata Ma'ruf Amin usai berkunjung ke Pondok Pesantren Krapyak, Bantul, Yogyakarta, Minggu (14/10/2018).
Akan tetapi, pakar otomotif Ridwan Hanif justru menyatakan bahwa alamat pabrik pembuatan mobil esemka, susunan direksi hingga karyawan ini tak bisa terlacak.
"Ini kan pabrik, harusnya ada public relationnya, tapi websitenya gak ada. Direkturnya pun gak tahu, kita mau cari narasumber pun agak bingung," tutur Ridwan Hanif dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube Talkshow TVOne, Selasa (23/10/2018).
Bahkan Ridwan Hanif sudah pernah mencoba mencari tahu, tapi tetap tidak menemukannya.
"Makanya bingung kok bisa masuk BPLJ?" tanya Ridwan Hanif heran.
Ia pun meminta kepada pihak esemka untuk menunjukkan dirinya.
"Saya harap pihak esemka ini nonton ini, lalu nanti diklarifikasi," tutur Ridwan Hanif.
Pasalnya kabar ini mencuat justru dari pernyataan kementerian perhubungan RI.
"Ini saya direkturnya, ini saya PR -nya, jika nanti ada pertanyaan soal esemka tahu koridornya kemana," tambahnya.
Tak hanya dari pakar otomotif, wartawan hingga warga juga mengungkapkan fakta yang mencengangkan.
Salah seorang wartawan dari salah satu televisi swasta TVOne bahkan mengunjungi langsung ke lokasi pabrik yang berada di Kawasan Industri River Green, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.
Pabrik pembuatan mobil esemka ini bernama PT Adiperkasa Citra Esemka Hero.
Begitu tiba di depan gerbang, tak terlihat plang bertuliskan nama pabrik tersebut.
pabrik pembuatan mobil esemka di Cileungsi (kompas.com)
Tak hanya itu, ketika akan masuk ke dalam halaman dalam pabrik, petugas justru melarangnya.
Alhasil wartawan ini pun hanya bisa memantau dari luar halaman pabrik.
Menurut pantauan wartawan tersebut, dari depan sela-sela pagar pabrik, tidak ada kegiatan industri otomotif.
Bahkan kendaraan truk lalu lalang bawa bahan material pun tidak nampak.
Tak hanya itu, tidak ada aktivitas karyawan yang melakukan pembuatan mobil.
Lantas, sang wartawan ini bertanya pada warga sekitar mengenai aktivitas karyawan dan juga kondisi pabrik esemka.
Menurut salah seorang warga yang bernama Urah ini mengaku tak tahu kalau pabrik tersebut merupakan pabrik produksi mobil esemka.
Tak hanya itu, dalam plang tersebut hanya bertuliskan 'Kawasan Industri Esemka'.
Namun kini plang tersebut sudah dicopot.
"Dicopot, sudah lama sih," tutur wanita bernama Urah ini.
Tak hanya itu ketika ditanya mengenai jumlah karyawan, wanita yang berada di kawasan River Green, Cileungsi ini mengungkapkan tak terlalu banyak.
"Ada cuman sedikit, dulu juga tidak terlalu banyak," tambahnya.
Mengenai jumlah karyawan yang sedikit ini, wanita ini pun mengatakan bahwa banyak karyawan yang pindah.
Alasan kepindahan para karyawan ini karena kurang lakunya pembelian mobil esemka sehingga tak banyak pekerjaan yang dilakukan.
"Pada pindah kerjaan, katanya gak ada kerjaan mobilnya gak laku," lanjutnya.
Rupanya, tak hanya berada di Cileungsi, ada juga pabrik pembuatan mobil esemka lainnya yang berada di Boyolali, Jawa Tengah.
Pabrik kedua pembuatan mobil Esemka ini bernama PT Solo Manufaktur Kreasi.
Menurut penelusuran Kompas.com pada 8 Oktober 2018, pabrik Esemka di Boyolali, Jawa Tengah, juga sama seperti pabrik di Cileungsi.
Pabrik tersebut masih menutup diri dari lingkungan sekitar. Kondisi ini terlihat dari sikap petugas jaga yang langsung mengusir wartawan.
pabrik pembuatan mobil esemka di Boyolali, Jawa Tengah (kompas.com)
Kompas.com sempat bertanya kebeberapa warga sekitar. Beberapa mengakui suka melihat ada deretan mobil di depan bagian samping pabrik, namun untuk jenisnya sendiri mereka mengaku tidak tahu menahu.
"Sudah ada, tapi enggak tahu itu mobil apa jenis apa, enggak ngerti. Kadang itu di depan kadang di samping lalu ditutupi, gitu tok," ucap Ismin, salah satu warga setempat yang sering melintas di depan pabrik.
Warga lainnya mengatakan bahwa beberapa waktu lalu sempat ada rombongan truk besar dari yang berbondong-bondong masuk ke dalam pabrik tersebut dari arah Sambi.
Sebagian ada yang tertutup, sebagian terlihat membawa mobil.
"Bulan lalu itu malam-malam ramai truk masuk ke situ (pabrik). Tidak tahu bawa apa, karena seperti bawa peti kemas, ada yang bawa mobil juga putih-putih (warna). Kondisinya dari kemarin-kemarin gitu aja, enggak terlihat kayak pabrik, sepi-sepi di depannya," ucap warga yang enggan disebut namanya tersebut.
pabrik mobil esemka di Boyolali (kompas.com)
Salah satu perangkat desa juga menuturkan saat pabrik dibangun sampai saat ini belum terlihat banyak aktivitas.
Beberapa kali memang terlihat ada tamu menggunakan mobil masuk ke dalam, namun tidak diketahui itu siapa.
"Dulu sempat ikut mengurus dan mensosialisasikan ke warga, tapi sejak mulai dibangun sudah tidak ada komunikasi lagi. Kalau saya sendiri kurang perhatiin kondisinya, cuma dengar-dengar kalau sudah ada mobil, kalau produksi tidak tahu karena memang tertutup," ucapnya, yang juga menolak untuk disebutkan namanya.