Praktisi Tambang Heran, Area di PT GCNS Jadi Mirip Ghuangzhou Saking Banyaknya TKA China

Praktisi Tambang Heran, Area di PT GCNS Jadi Mirip Ghuangzhou Saking Banyaknya TKA China

Jiromedia.com - Kehadiran ribuan pekerja asal Cina di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, membuat resah para penduduk setempat.
Pengamat kebijakan publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah, berdasarkan data yang dimilikinya, mayoritas pekerja asal Cina yang bekerja di perusahaan pertambangan, di Kecamatan Bahodopi ternyata tak berdokumen resmi sebagai tenaga kerja, melainkan menggunakan visa kunjungan wisata.

"Maraknya pekerja Cina yang menggunakan visa kunjungan tapi menetap dan bekerja di perusahaan pertambangan sudah berlangsung sejak pertengahan tahun lalu," kata Amir, Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2016) seperti diberitakan Teropongsenayan.

Amir menambahkan, penduduk setempat juga mulai terganggu dengan pencemaran serta kerusakan lingkungan akibat adanya usaha pertambangan di wilayahnya.

Sependapat dengan Amir, praktisi Pertambangan Agus Santoso yang juga CEO di PT. Cakrawala Energi Persada mengungkap keprihatiannya terhadap serbuan tenaga kerja asing dari China di area pertambangan.

"Makanya banyak pekerja tambang sekarang nganggur semua ya, rebutan sama tenaga kerja impor ternyata ya.." ujar Agus Santoso di halaman facebooknya (24/11).

Agus juga menyindir Presiden Jokowi yang semasa kampanye Pilpres berjanji akan menciptakan 10juta lapangan pekerjaan.

"Selamat buat pakde yang menciptakan 10 juta lapangan kerja. Tapi, Buat siapa??" lanjut Agus di statusnya.

Dalam status tersebut juga dilampirkan foto-foto yang dilaim sebagai area tambang Nickel PT.Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Stell Industry (PT GCNS)-Morowali Industrial Park (IMIP) Group. Perusahaan yang pernah ramai karena isu pemecatan karyawan yang sholat di jam kerja.

Seperti diberitakan sebelumnya, Manajemen PT GCNS memang pernah memecat karyawannya. Andi sukardi, karyawan di bagian eriction PT GCNS. Andi langsung menerima surat pemutusan hubungan kerja (PHK) dari manajemen PT GCNS, tanpa surat peringatan terlebih dahulu. Pemecatan tersebut menyulut protes karyawan dan masyarakat setempat. Senin,(20/2/2017) Andi sampai mendatangi gedung DPRD di Morowali di bungku, guna mengadukan nasibnya.

Kepada wartawan Tri Media Group di ungku, Andi Sukardi mengaku  di-PHK karena tudingan melanggar aturan larangan sholat (beribadah) di area tertentu dalam lokasi perusahaan.

Menurut Andi Sukardi, terkait aturan larangan sholat dalam area perusahaan itu, dirinya sempat kedapatan sedang melakukan sholat dzuhur. Salah satu karyawan tenaga kerja asing, yang sempat memergokinya usai melaksanakan sholat dzuhur.

“Setelah saya didapat melaksanakan sholat, tak lama berselang saya langsung menerima surat PHK dari perusahaan. Padahal, saat itu saya sholat hanya beralaskan papan, karena masjid di area perusahaan belum memadai. Saya juga sering menuntut agar perusahaan menyediakan fasilitas ibadah yang memadai,” ungkap Andi Sukardi dengan nada lirih seperti diberitakan YTM.or.id (21/2)

Berikut foto-foto yang diunggah praktisi Pertambangan Agus Santoso yang juga CEO di PT. Cakrawala Energi Persada di akun facebooknya

Nampak di foto-foto tersebut seperti berada di Ghuangzhou atau belahan provinsi lainnya di RRC saking banyaknya pekerja Asing Tiongkok di area tersebut. 

Admin

Please Share 😊


Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Google Plus
Facebook
Twitter
Tumblr
Reddit
Pinterest
Linkedin
Getpocket
Wordpress
close