Soal Reklamasi, Menteri Susi “Bungkam” Luhut

Soal Reklamasi, Menteri Susi “Bungkam” Luhut

Jiromedia.com -Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim telah mendapatkan restu dari pihak-pihak terkait soal keputusannya mencabut moratorium proyek Reklamasi Teluk Jakarta. Klaim Luhut tersebut disangkal pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang menekankan, perihal reklamasi Teluk Jakarta harus dikonsultasikan dengan para nelayan.
Dilansir Republika, Susi Pudjiastuti menegaskan, tak mau sembarangan menentukan nasib nelayan yang menggantungkan hidup di sekitar proyek reklamasi Teluk Jakarta. Sebab itu, pemerintah perlu mengajak bicara para nelayan secara langsung sebelum mengambil kebijakan untuk mereka.
“Nelayannya kan kita mesti tanya seperti apa, mau tidak? Tidak bisa kita bicara, ‘Oh oke selesai, cabut. Oh ini (proyek reklamasi) jalan, terus nelayan nanti dapat (kompensasi)’,” ujar Susi, di rumah dinasnya di Jakarta, Jumat (20/10).
Sejauh ini, Susi juga mengungkapkan, ia belum mengetahui fasilitas apa yang tengah disiapkan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk nelayan. Kendati begitu, Susi menegaskan, apa pun kebijakannya, semua harus berlandaskan pada aturan hukum yang berlaku.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Pandjaitan mengklaim, telah mendapat masukan dari berbagai pihak sebelum memutuskan mencabut moratorium Reklamasi yang diterapkan menko kemaritiman sebelumnya, yakni Rizal Ramli.
Selain kajian dari ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menurut Luhut, kajian juga dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) beserta semua kementerian terkait, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).
Menurut Luhut, ia juga telah mendapat jaminan dari pengembang Pulau G, yakni PT Muara Wisesa Samudra (anak perusahaan Agung Podomoro Group) soal pemenuhan syarat dan izin.
Luhut juga mengatakan, pihaknya juga tengah mempertimbangkan membangun kampung nelayan di Pulau A. Pulau yang lokasinya terluar di Teluk Jakarta tersebut dipilih karena dianggap memiliki akses yang bagus untuk nelayan. “Kita hitung dengan baik kalau masalah nelayan. Jangan sampai nelayan dirugikan.”
Terlepas dari kompensasi yang dijanjikan, sejumlah nelayan terus menyuarakan penolakan atas proyek reklamasi Teluk Jakarta. Kelompok Nelayan Tradisional (KNT) Muara Angke, misalnya, sejauh ini tetap menolak dilanjutkannya reklamasi.
“Kalau reklamasi itu dilanjutkan, artinya pemerintah benar-benar tidak peduli pada rakyatnya. Kami KNT, masih tetap tidak mau, dengan cara apa pun,” kata Wakil Ketua KNT Kalil ketika dihubungi Republika, Jumat (20/10).
Kalil mengungkapkan, ia dan kawan-kawan telah berjuang menghentikan reklamasi melalui jalur hukum sejak sekitar dua tahun yang lalu untuk menghentikan reklamasi. Namun, ia merasa segala usahanya sia-sia. “Karena reklamasinya tetap dilanjutkan. Ini sangat menusuk, sangat menyakitkan bagi kami,” ujar Kalil.
Komentar berbeda dinyatakan Kusnadi, salah satu juragan nelayan yang bangkrut karena reklamasi. Ia mengatakan, dilanjutkan atau tidaknya reklamasi tidak berpengaruh baginya karena memang usahanya sudah telanjur tak bisa dilanjutkan. “Mau diteruskan atau tidak, kami sudah kena dampaknya. Memang tidak semua nelayan yang kena, yang kena hanya nelayan kecil,” kata Kusnadi ketika dihubungi Republika pada Jumat (20/10).
Tak hanya dari Jakarta, ratusan nelayan dari Desa Lontar, Kabupaten Serang, juga menggugat pencabutan moratorium. Pada Rabu (18/10), mereka menggeruduk Kantor Gubernur Banten memprotes penambangan pasir di lepas pantai desa itu yang disebut untuk keperluan reklamasi Teluk Jakarta.
Para nelayan mengklaim, penambangan yang sempat berhenti ketika moratorium kembali dijalankan beberapa waktu lalu. Akibat penambangan pasir yang kembali berjalan, hasil tangkapan menjadi berkurang dan banyak nelayan yang menganggur.
Sumber: harokah.com

Admin

Please Share 😊


Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Google Plus
Facebook
Twitter
Tumblr
Reddit
Pinterest
Linkedin
Getpocket
Wordpress
close