Setya Novanto Pun Kembali Mangkir dari Panggilan KPK

Setya Novanto Pun Kembali Mangkir dari Panggilan KPK

Jiromedia.com -Penasihat hukum Ketua DPR RI Setya Novanto, Frederich Yunadi, memastikan Novanto tidak dapat memenuhi panggilan pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (30/10). Sedianya, nama Novanto masuk dalam jadwal periksa saksi untuk tersangka kasus korupsi proyek pengadaan KTP-elektronik (KTP-el) Anang Sugiana Sudiharja.

"Sudah mengirim surat (tak bisa hadiri pemeriksaan KPK)," ujar Fredich saat dikonfirmasi, Senin (30/10).

Novanto, kata Frederich, sudah mengirimkan surat izin tidak bisa memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi melalui Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI, lantaran ia juga harus memenuhi tugasnya sebagai Ketua DPR.

"Surat dikirimkan tadi (pagi). Surat langsung dikirim oleh kesetjenan DPR. Bapak (Novanto) sedang ada tugas negara," kata dia.

Hal tersebut pun diamini Juru Bicara KPK Febri Diansyah. KPK, kata Febri, sudah menerima surat izin tersebut. Karena kesibukan sebagai ketua DPR RI dan kegiatan kunjungan ke konstituen di daerah pemilihan selama masa reses, maka panggilan belum dapat dipenuhi.

Sebelumnya, Novanto sudah beberapa kali dipanggil sebagai saksi, baik untuk mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto hingga pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong. Ketum Golkar itu juga sudah pernah bersaksi di persidangan Irman dan Sugiharto.

KPK juga pernah meningkatkan status Novanto menjadi tersangka. Namun status tersebut gugur setelah Hakim Praperadilan Cepy Iskandar menyatakan penetapan tersangka terhadap Novanto tidak sah.

Selain Novanto, penyidik KPK juga memanggil mantan bos Gunung Agung Made Oka Masagung, Husni Fahmi staf di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan seorang pengacara Arie Pujianto. Ketiganya juga akan diperiksa untuk Anang Sugiana.

Anang Sugiana adalah tersangka keempat dalam kasus korupsi KTP-el setelah Irman, Sugiharto, Andi Narogong, dan Markus Nari. Atas perbuatannya, Anang disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 UU No. 31/1999 sebagaimana telah diubah dalam UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat(1) ke-1 KUH Pidana. [ rci]

Admin

Please Share 😊


Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Google Plus
Facebook
Twitter
Tumblr
Reddit
Pinterest
Linkedin
Getpocket
Wordpress
close