Pajak Tak Capai Target, Pemerintah Jokowi Pasrah Ekonomi Nyungsep Lalu Andalkan Hutang. Dulu Katanya “Uangnya Ada”

Pajak Tak Capai Target, Pemerintah Jokowi Pasrah Ekonomi Nyungsep Lalu Andalkan Hutang. Dulu Katanya “Uangnya Ada”

Jiromedia.com -Janji Jokowi sebut ekonomi Indonesia akan meroket pada bulan September cuma omong doang tanpa bukti nyata. Yang terjadi saat ini pada ekonomi Indonesia sangat mengkhawatirkan.
Dilansir Aktual, pertumbuhan ekonomi yang tak jauh dari angka 5 persen di era Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) ini jangan cuma dimaknai karena adanya pelemahan global.
Justru hal ini karena adanya masalah di dalam negeri yang tak bisa dicarikan solusinya oleh pemerintah sendiri. Yaitu terjadinya daya beli masyarakat yang terus menurun. Seperti diketahui penyumbang tertinggi adalah belanja rumah tangga. Jika komponen ini menurun maka perekonomian pun akan anjlok.
“Sehingga dampak dari ekonomi yang lesu ini yang ditandai dengan adanya daya beli anjlok membuat penerimaan dari sektor pajak juga merosot,” sebut analis ekonomi politik Abdulrachim Kresno kepada Aktual.com, di Jakarta, Kamis (12/10).
Saat ini, pendapatan pajak yang masuk ke kas negara sampai September 2017 baru mencapai 60% dari target keseluruhan. Artinya masih sekitar Rp500 triliun. Padahal waktunya tinggal 2,5 bulan maka dipastikan hanya mencapai 80%-an saja dari target atau kurang.
“Ini gara-gara menunjukkan ekonomi yang lesu. Gara-gara daya beli yang anjlok. Sehingga pendapatan pajak pun merosot,” urai dia.
Sudah tiga tahun sejak Jokowi memerintah, pertumbuhan ekonomi hanya 5%-an dan tidak bisa lebih tinggi dari itu. “Padahal pada 2016, Filipina tumbuh 6,8% dan Vietnam 6,2%. Di tahun ini, mereka akan tumbuh di atas 6,5%,” jelasnya.
Ekonomi yang lesu ini membuat pemerintah tak mampu membiayai belanja negara yang terus meninggi. Akhirnya pemerintah pun akan terus menumpuk utang baru. Ini kondisi perekonomian yang sangat mengerikan.
“Pemerintah klaimnya utang itu masih aman. Tetapi yang harus kita lihat saat ini, bukan hanya utang itu saat ini belum dianggap masalah, tetapi kan trennya dari pengelolaan ekonominya itu akan jadi beban ke depannya,” tandas dia.
Karena dengan kebijakan pemerintah yang seperti itu pada akhirnya akan membebani dan mengorbankan masyarakat saja.
“Jadi akhirnya buntut-buntutnya ya akan tambah utang baru dan potong anggaran. Itu trennnya. Lama-lama jumlah utang terhadap PDB juga akan naik terus menerus,” kata Abdulrachim.[hc]

Admin

Please Share 😊


Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Google Plus
Facebook
Twitter
Tumblr
Reddit
Pinterest
Linkedin
Getpocket
Wordpress
close