KPK Disebut tak Bisa Tetapkan Novanto Tersangka

KPK Disebut tak Bisa Tetapkan Novanto Tersangka

Jiromedia.com -Kuasa Hukum Setya Novanto Fredrich Yunadi menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan bisa menetapkan kliennya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi eKTP.

"Yang jelas baik de facto maupun de jure tidak cukup bukti untuk menetapkan klien kami sebagai tersangka," katanya kepada INILAHCOM, Minggu (29/10/2017).

Atas dasar itu, ia menyatakan KPK pasti akan kalah meski kasus yang menyeret nama kliennya ini berapa kali diuji di sidang praperadilan. Ia bahkan seakan menyiratkan, kliennya adalah korban dari KPK yang disebutnya kerap melakukan penetapan tersangka berdasarkan dendam.

"Oleh karena itu praper ya pasti akan kalah sampai kapan pun. Udah banyak sekali kasus KPK menetapkan tersangka berdasarkan emosi, dendam pribadi dan titipan pihak tertentu. Fakta membuktikan seperti itu," ketusnya.

Diketahui sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah mengeluarkan Sprindik baru untuk Setya Novanto dalam kasus korupsi eKTP.


Diketahui, Hakim tunggal sidang Praperadilan kasus eKTP dengan pemohon Setya Novanto, Cepi Iskandar mengabulkan sebagian permohonan praperadilan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (29/9/2017).

Hakim menganggap penetapan tersangka Novanto oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) dianggap tidak sah. Titel tersangka yang sudah disandang Novanto selama dua bulan pun dicabut.

KPK menetapkan Novanto sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (e-KTP) 2011-2012 di Kemendagri.

KPK menyatakan telah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka. Hal itu diperoleh setelah KPK mencermati fakta persidangan Irman dan Sugiarto dalam kasus ini. Baca juga: Inilah Peran Setya Novanto & 2 Pejabat Kemendagri dalam Korupsi E-KTP.

KPK menetapkan Saudara SN, anggota DPR 2009-2014 sebagai tersangka. SN diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi, menyalahgunakan kedudukan dan jabatannya, mengakibatkan kerugian negara Rp2,3 triliun dari paket pengadaan senilai Rp5,9 triliun dalam pengadaan KTP elektornik, kata Agus Rahardjo dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (17/7/2017). [ic]

Admin

Please Share 😊


Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Google Plus
Facebook
Twitter
Tumblr
Reddit
Pinterest
Linkedin
Getpocket
Wordpress
close