Kadin ‘Merengek’ Minta Proyek, Menteri BUMN Meradang

Kadin ‘Merengek’ Minta Proyek, Menteri BUMN Meradang

Jiromedia.com -Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno menantang Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Roslan P. Roeslani untuk membuktikan bahwa BUMN dan anak usahanya menguasai proyek-proyek pemerintah, sampai menggarap pekerjaan-pekerjaan kecil subkontraktor yang seharusnya jatah pengusaha swasta UMKM.
Kata Rini, kalau kalah dalam tender, perusahaan swasta diminta memperbaiki kinerja, bukan meminta BUMN mengalah.
“Saya sangat tersinggung mengenai UMKM itu. Yang mana UMKM nya? Tanya ketua Kadin, UMKM yang mana?,” katanya dalam acara ngobrol santai di Plaza Mandiri, Jakarta, di akhir pekan ini yang dikutip detik.com.
Rini menjelaskan, BUMN seutuhnya adalah milik negara dan milik rakyat Indonesia yang memberikan manfaat langsung, salah satunya dividen. Lagi pula, perusahaan swasta yang menjalankan bisnis serupa dengan BUMN juga tak kalah banyaknya dan tidak dipersoalkan.
“Kalau BUMN pasti milik negara, milik rakyat, kok dipersoalkan. Kalau swasta dimiliki beberapa orang tidak dipersoalkan. BUMN yang dominasi rakyat. Kalau BUMN makin bagus, nilai makin tinggi yang benefit rakyat dan negara,” tambah Rini.
Rini pun tidak sepakat dengan pernyataan kehadiran BUMN ‘mematikan’ UMKM yang ada. Pasalnya, BUMN juga hadir mengembangkan UMKM yang ada dengan menyalurkan kredit dari bank atau pinjaman dari BUMN jasa keuangan lainnya.
Seperti diketahui, dalam Rakornas Kadin Indonesia yang dihadiri Presiden Jokowi, pengusaha mengeluhkan terlalu dominannya BUMN menggarap proyek-proyek pemerintah. Hal ini membuat pihak swasta hanya mendapatkan sebagian kecil dari proyek pembangunan infrastruktur.
Merespons keluhan Kadin, Presiden Jokowi tampak mendukung hingga mengeluarkan pernyataan agar anak usaha BUMN yang jumlahnya mencapai 800 perusahaan itu digabung atau dijual saja.
Berbeda dengan Jokowi, Sekretaris Kementerian BUMN periode 2005-2010, Said Didu sebagaimana dirilis oleh detik.com mengungkapkan fakta bahwa jumlah BUMN konstruksi hanya berjumlah 7 perusahaan. Angka ini jauh lebih sedikit dibandingkan kontraktor swasta yang jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan bahkan ribuan.
“Jumlah BUMN konstruksi hanya 7 dari puluhan ribu perusahaan jasa konstruksi. Itu tidak sampai 1% kenapa dikatakan mendominasi,” kata Said saat di Jakarta, Jumat (6/10).
Said menambahkan jangan karena swasta kalah dalam tender pengerjaan proyek meminta BUMN mengalah. Alangkah lebih baiknya jika swasta memperbaiki kinerjanya.
Lebih jauh, Said menambahkan, BUMN di Indonesia pun tidak ada yang mendominasi pasar. Jika dilihat beberapa contohnya, antara lain pembangkit yang dimiliki PLN hanya berkisar 31%, perbankan menguasai 21%, dan sisanya dikuasai oleh banyak pihak swasta. [sm]

Admin

Please Share 😊


Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Google Plus
Facebook
Twitter
Tumblr
Reddit
Pinterest
Linkedin
Getpocket
Wordpress
close