Dikenai Pajak, Petani Tebu Jabar Enggan Jual Gula ke Bulog

Dikenai Pajak, Petani Tebu Jabar Enggan Jual Gula ke Bulog

Jiromedia.com -Para petani tebu di Jabar lebih memilih menjual gula milik mereka ke pedagang dibandingkan ke Bulog. Pasalnya, penjualan gula ke Bulog dikenai Pajak Penghasilan(PPh) sebesar 1,5 persen untuk petani tebu yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan tiga persen untuk petani tebu yang tidak memiliki NPWP.

"Sudahlah, harganya Rp 9.700 per kg, malah dikenai PPh 1,5 persen dan tiga persen," ujar Sekretaris DPD Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jabar, Haris Sukmawan kepada Republika.co.id, Kamis (19/10).

Pria yang biasa disapa Wawan itu mengakui, pembelian gula milik petani awalnya hanya diperbolehkan oleh Bulog dengan harga Rp 9.700 per kg. Sedangkan pedagang yang ingin memperoleh gula, harus membeli kepada Bulog.

Namun, pemerintah kini mengizinkan pedagang untuk membeli langsung gula ke petani. Namun syaratnya, pedagang itu harus bermitra dengan Bulog dan tergabung dalam Asosiasi Pedagang Gula Indonesia (APGI). Selain itu, pedagang boleh membeli gula curah secara langsung kepada petani dan disyaratkan juga membeli gula di Bulog dengan perbandingan 2:1.

"Kalau pedagang yang tidak memenuhisyarat itu ingin membeli gula ke petani, maka akan berhadapan dengan hukum," tutur Wawan.

Wawan menuturkan, hal itu akhirnya menyulitkan penjualan gula petani ke pedagang. Beberapa waktu lalu pernah ada pedagang di luar ketentuan itu yang akhirnya membatalkan pembelian gula milik APTRI Jabar karena takut berhadapan dengan hukum.

Menurut dia, para petani tebu lebih memilih menjual gulanya ke pedagang dibandingkan ke Bulog. Pasalnya, pedagang bersedia membeli gula petani dengan harga Rp 9.700 per kg dan menanggung PPh-nya yang seharusnya dibayar petani. "Jadi petani bisa memperoleh harga Rp 9.700 per kg tanpa harus dikenai PPh karena ditanggung pedagang, " kata Wawan.

Wawan menyatakan, saat ini sudah ada gula milik petani APTRI Jabar sebanyak 3.800 ton yang dibeli oleh pedagang dengan harga Rp 9.700 per kg tanpa PPh. Saat ini, masih ada tersisa sekitar 300-400 ton gula lagi milik mereka yang belum terjual.

Wakil Ketua DPD Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jabar, Mae Azhar, juga menyatakan sejak awal pihaknya memang menolak pembelian gula oleh Bulog. Selain harganya yang hanya Rp 9.700, pembelian oleh Bulog kini juga dikenai PPh. "Kami akan menunggu gula itu dibeli oleh pedagang meski tidak tahu sampai kapan kami harus menunggu, "tutur Mae saat dihubungi Republika melalui telepon selulernya. [rol]

Admin

Please Share 😊


Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Google Plus
Facebook
Twitter
Tumblr
Reddit
Pinterest
Linkedin
Getpocket
Wordpress
close