Turki Ancam Ledakkan Fasilitas Militer Myanmar Saat Menguji Coba Rudal 'Bora'

Turki Ancam Ledakkan Fasilitas Militer Myanmar Saat Menguji Coba Rudal 'Bora'

Turki mengecam tindakan sadis militer Myanmar terhadap kaum Muslim Rohingya. Kecaman tersebut dilontarkan pejabat militer Turki sesaat setelah mengujicoba rudal balistik buatan dalam negerinya, Senin kemarin.

"Alhamdulillah, kami sukses menguji coba Rudal Bora di tengah situasi gawat dunia," ujar Menteri Pertahanan Turki, Fikri Isik mengatakan pada penyiar A Haber.

“Rudal Bora kami sanggup menjangkau sasaran sejauh 280 km. Ini sebagai peringatan kepada semua negara yang menzalimi umat muslim. Terutama Israel dan Myanmar yang terus menyiksa muslim Rohingya, katanya lagi.

Turki bahkan dengan tegas siap melumpuhkan fasilitas militer Myanmar jika negara itu terus melakukan genosida terhadap muslim Rohingya.

Rudal Bora disebut juga sebagai rudal “badai”, diujicoba di dekat wilayah Sinop pesisir Laut Hitam. Uji coba tersebut kemudian dinyatakan sukses.

“Turki sekarang telah mencapai sebuah situasi di mana negara ini dapat menciptakan rudalnya sendiri. Kami bangga,” ujar Isik dikutip laman middleeasteye.

Isik menjelaskan Bora merupakan sebuah misil jarak jauh dan Turki akan terus meningkatkan teknologinya. Secara teknis, Bora merupakan sebuah rudal jarak taktis.

Rudal Bora dikembangkan oleh produsen sistem persenjataan lokal Roketsan. Rudal itu dapat memuat 450kg dan mempunyai akurat hingga 50m, menurut produsennya.

Di tahun-tahun ini Turki telah mempercepat rencana jangka panjang dalam memproduksi persenjataan lokal setelah NATO menolak untuk membagi teknologi dengan Ankara.

Pejabat di Ankara khususnya pada tahun-tahun ini bersikeras menyatakan Turki membutuhkan sistem pertahanannya sendiri agar menyaingi kemampuan-kemampuan yang dimiliki negara-negara tetangga.

Baru-baru ini Turki mengatakan mereka telah melakukan pembicaraan lanjutan untuk mendapatkan sistem pertahanan misil buatan Rusia S-400.

Turki dan Rusia menandatangani sebuah kesepakatan kerjasama teknik militer setelah runtuhnya Uni Soviet, yang termasuk kemungkinan jual beli senjata.

Hingga saat ini Turki hanya membeli persenjataan kecil seperti granat berpeluncur roket dari Rusia.

Turki telah dianggap melakukan pelanggaran oleh sekutu-sekutu NATOnya setelah meminta sistem pertahanan misil dari negara-negara non-NATO.

Admin

Please Share 😊


Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Google Plus
Facebook
Twitter
Tumblr
Reddit
Pinterest
Linkedin
Getpocket
Wordpress
close