Sekolah Pungut Uang Seragam, Nilainya Ngeri

 Sekolah Pungut Uang Seragam, Nilainya Ngeri

Di tengah pemerintah menekan agar tidak terjadinya pungutan liar (pungli) di sekolah terutama untuk siswa baru di awal tahun ajaran, ternyata SMP 1 Kota Pekanbaru malah bertindak sebaliknya. Sekolah ini memungut uang seragam yang nilainya mencapai Rp 2,2 juta.
Uang seragam Rp 2,2 juta untuk membayar 15 item kebutuhan sekolah. Yakninya 15 item tersebut diantaranya yakni, seragam putih dongker nasional 1 set Rp 300 ribu, seragam pramuka 1 set Rp 300 ribu, seragam khusus batik SMPN 1 Rp 250 ribu sebanyak 1 set, seragam batik nasional Riau sebanyak 1 set Rp250 ribu, seragam khusus melayu 1 set Rp250 ribu.
Seragam olahraga 1 set Rp 185 ribu, dasi panjang 1 helai Rp 35 ribu, kaos/baret Rp 60 ribu, topi Rp 35 ribu, kain sarung/songket Rp 100 ribu, Rompi Rp 100 ribu, jilbab/peci Rp 85 ribu, kartu pelajar elektronik Rp 50 ribu, buku kendali siswa Rp 50 ribu dan Psikotes Rp 150 ribu.
Kepala Sekolah SMPN 1 Pekanbaru Armiati mengatakan, setiap orang tua yang membayar uang Rp2,2 juta untuk pembuatan seragam sekolah tersebut, mereka diminta untuk menandatangani surat pernyataan pembelian dengan rincian secara detail.
Kata Armiati menerangkan, pakaian seragam bukanlah hal yang wajib dan tidak terlalu dibebankan kepada orang tua murid. "Boleh dibuat melalui koperasi sekolah, boleh mereka menjahit sendiri atau boleh membeli dari luar dan bahkan boleh tidak membuat. Nilainya memang Rp 2,2 juta," aku Armiati seperti dilansir Riau Pos (Jawa Pos Group).
Dia menyebut, estimasi 15 item sebesar Rp 2,2 juta itu, bukan hanya pakaian seragam saja. Beberapa di antaranya dilengkapi sebagai sarana kebutuhan untuk siswa dan siswi. "Ada uang psikotes, ada kartu pelajar elektronik, ada kain sarung, ada peci, jilbab bagi perempuan semua lengkap, termasuk buku kendali siswa," ujarnya lagi.
Termasuk, adanya surat pernyataan sumbangan wali murid memuat ketersediaannya membantu perawatan sarana pendukung pembelajaran di sekolah serta peningkatan mutu pendidikan dibayar yang dibayar setiap bulannya dalam rangka membantu 8 standar mutu pendidikan nasional.
"Ini (sumbangan,red) sifatnya ikhlas. Mau besaran berapa tidak ada ditetapkan. Itu sebagai acuan kepada yang lain atau tidak diisi juga boleh. Sumbangan ini tidak mengikat, sama seperti sumbangan di masjid dan musalla," katanya.
Dijelaskannya, surat pernyataan pembuatan seragam sekolah dan sumbangan sekolah yang ditandatangani oleh orang tua murid itu, adalah payung hukum pihak sekolah tanpa paksaan karena permintaan dari orang tua murid.
"Karena orang tua yang meminta, yang tidak menyerahkan tidak apa-apa (seperti membuat di luar, red) tidak dibebankan. Dan ini tidak ditandatangani di atas materai," terangnya.

Admin

Please Share 😊


Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Google Plus
Facebook
Twitter
Tumblr
Reddit
Pinterest
Linkedin
Getpocket
Wordpress
close