Presidential Threshold 20%: Jokowi Jadi Calon Tunggal, Prabowo & Agus Sulit Jadi Capres 2019

Presidential Threshold 20%: Jokowi Jadi Calon Tunggal, Prabowo & Agus Sulit Jadi Capres 2019

Pakar Hukum Tata Negara, Prof. Yusril Ihza Mahendra mengatakan, presidential threshold (PT) 20 persen nampaknya didesain untuk hanya memunculkan calon tunggal, Joko Widodo pada Pilpres 2019 mendatang. Dengan demikian, Prabowo Subianto dan Agus SBY sulit jadi capres pada 2019.

“Munculnya calon tunggal akibat presidential threshold 20 persen memang harus dilawan untuk menghindari munculnya calon tunggal Joko Widodo. Calon tunggal bukan saja tidak baik bagi bagi perkembangan demokrasi, juga akan menimbulkan persoalan konstitusionalitas. UUD 45 pasca amandemen nampaknya mengisyaratkan pasangan calon presiden/wakil presiden lebih dari sepasang,” kata Yusril dalam keterangan tertulisnya kepada Harian Terbit di Jakarta, Minggu (23/7/2017).

Ketua Umum PBB ini memperkirakan, Jokowi akan didukung oleh PDIP, Golkar, PPP, Nasdem, Hanura dan PAN. Sementara dukungan terhap Prabowo Subiyanto yang didukung oleh Gerindra dan PKS kemungkinan besar tidak akan mencapai angka 20 persen.  

Begitu juga  Partai Demokrat sendirian juga akan sulit mendapatkan 20 persen.  “PBB tentu akan lebih sulit lagi dibanding partai-partai yang lain,” ujarnya.

Yusril melanjutkan, proses pencalonan oleh PBB akan terhambat dengan adanya ketentuan 20-25. “Hambatan ini, bukan saja terhadap saya pribadi, tetapi kemungkinan besar akan dihadapi oleh semua bakal calon lain seperti Prabowo Subiyanto yang akan dicalonkan Gerindra atau Agus Harimurti Yudhoyono yang potensial dicalonkan oleh Partai Demokrat," ungkapnya.
Dia mengatakan, angka 20 persen mungkin dapat dicapai apabila Demokrat, Gerindra dan PKS bergabung. Namun dari pengalaman selama ini hampir mustahil SBY  akan bergabung dengan Gerindra mendukung Prabowo.  

Menurutnya, perlawanan terhadap presidential threshold ke MK yang dilakukannya dan sejumlah partai, adalah jalan konstitusional terakhir yang dapat ditempuh. Tidak ada jalan lain lagi di luar hukum dan konstitusi yang dapat dilakukan setelah fraksi-fraksi yang menentang presidential threshold kalah suara di DPR.    

“Karena itu, saya sangatlah berharap MK akan bersikap benar-benar obyektif dan akademik menangani perkara yang sarat dengan kepntingan politik yang sangat besar ini," ulas Yusril.

Selain itu MK pun diharapkan agar memutus segera permohonan ini sebelum bulan Oktober 2017, ketika tahapan Pemilu 2019 telah dimulai. Kalau MK terlambat atau sengaja melambat-lambatkannya, maka meskipun andainya permohonan ini dikabulkan nantinya, maka putusan itu belum tentu dapat dilaksanakan untuk Pemilu 2019. [htc]

Admin

Please Share 😊


Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Google Plus
Facebook
Twitter
Tumblr
Reddit
Pinterest
Linkedin
Getpocket
Wordpress
close