Kata PDIP: Program Pengentasan Kemiskinan Jokowi telah Dirasakan Manfaatnya oleh Masyarakat

Kata PDIP: Program Pengentasan Kemiskinan Jokowi telah Dirasakan Manfaatnya oleh Masyarakat

Program pengentasan kemiskinan yang dicanangkan Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) telah membantu masyarakat keluar dari jeratan kesulitan ekonomi.
Politisi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait menjelaskan bahwa program seperti pendidikan dan kesehatan gratis, pemberian dana desa hingga penyerahan sertifikat tanah kepada warga telah membantu perekonomian masyarakat untuk tumbuh dan mandiri.
“Karena harapan rakyat terhadap pemerintahan Jokowi-JK sangat tinggi dan program pengentasan kemiskinan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Maruarar di Jakarta Rabu (26/7).
Seperti pemberian dana desa serta sertifikat tanah kepada masyarakat, tujuan dari program itu adalah untuk memberikan perubahan dalam kehidupan masyarakat. Sedangkan program pendidikan dan kesehatan gratis adalah untuk membantu masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat dan tepat dari negara.
“Ini bentuk nawacita melalui program percepatan pembangunan diberbagai sektor bagi rakyat,” kata Maruarar.
Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) ini menambahkan bahwa selain pembangunan secara fisik, pemerintah juga mementingkan pembangunan jiwa. Dan menempatkan rakyat sebagai subjek pembangunan bukan objek pembangunan.
“Hal itu merupakan salah satu strategi mengentaskan kemiskinan,” pungkasnya.
Tapi jika di lihat dari survai semua pernyataan itu tidaklah benar. Hasil survei Oxfam menunjukkan angka ketimpangan ekonomi di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) makin melebar. “Hasil survei Oxfam menunjukkan kekayaan empat orang taipan Indonesia setara dengan kekayaan 100 juta penduduk miskin Indonesia,” kata pengamat politik dan ekonomi, Salamuddin Daeng dalam pernyataan kepada suaranasional, Jumat (24/2).
 Kata Salamuddin, Oxfam medasarkan perhitungan ini dari standar kemiskinan yang dikeluarkan World Bank. “Tentu saja Badan Pusat Statistik terpukul dengan berita ini, karena lembaga pemerintah yang paling kredibel dalam hal data dan menjadi rujukan kebijakan pembangunan ini harus mengevaluasi ulang hasil survei mereka,” papar Salamuddin. 
Salamuddin mengatakan, sebelumnya Pemerintah Jokowi bisa berbangga dan menepuk dada karena dalam dua setengah tahun berkuasa berhasil mengurangi ketimpangan ekonomi di  Indonesia. “Paling tidak itu yang tergambar dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang direlese pada bulan Januari 2017 yang menyatakan bahwa ketimangan ekonomi yang ditunjukkan oleh koefisien gini (gini ratio) Indonesia mengalami menurun,” ungkap Salamuddin. Tidak hanya itu, menurut Salamuddin, pemerintahan Jokowi sendiri bagaikan disambar petir. 
Bayangkan, pemerintah begitu membanggakan hasil kerja mereka selama dua setengah tahun terakhir dengan program membangun dari pinggiran. “Proyek 1 miliar per desa dan berbagai program pembangunan infrastruktur ternyata belum bisa menggeser posisi Indonesia sebagai negara paling timpang di dunia,” pungkas Salamuddin.

Sumber :  [suaranasional.com /  rmol]

Admin

Please Share 😊


Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Google Plus
Facebook
Twitter
Tumblr
Reddit
Pinterest
Linkedin
Getpocket
Wordpress
close