Bambang: Presiden Harus Turun Tangan, Pernyataan Kapolresta Semarang Provokatif

Bambang: Presiden Harus Turun Tangan, Pernyataan Kapolresta Semarang Provokatif

Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar mengecam pernyataan Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, yang dinilainya sangat berlebihan.

"Pertama, pernyataan Kapolrestabes Semarang cenderung oversimplikasi dan juga generalisasi yang tak berdasar serta fallacy yang cukup parah," ujar Bambang kepada Harian Terbit di Jakarta, Senin (24/7/2017).

Menurut dosen UI dan pengajar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini, cara berfikir Abiyoso sudah jelas salah. "Hasil dari prasangka buruk terhadap kelompok masyarakat. Kedua, pernyataan itu juga tidak etis dan provokatif. Sebagai pejabat kepolisian seperti menantang terhadap apa yang seharusnya dilayani," tegasnya.

Selain itu, Bambang mengungkapkan pernyataan Abiyoso yang provokatif itu sama sekali tak layak ditiru. "Senjata api yang punya ya polisi dan tentara, pertumpahan darah itu pada musuh, bukan pada rakyat dan umat. Kritik dan penyampaian aspirasi melalui demo masak dianggap seperti perang? Jelas salah," paparnya.

Ditambahkannya lagi tugas utama polisi adalah memberi kenyamanan, bukan malah sebaliknya. "Ketiga, pernyataan itu cukup angkuh dan bisa menjadi kesombongan yang ditiru oleh bawahan karena datang dari petinggi polisi, dimana seharusnya memberi kenyamanan,  tapi kok malah membuat rasa was-was pada masyarakat, meski tidak semua polisi begitu," pungkas Bambang.

Presiden

Bambang menyatakan Presiden Joko Widodo perlu turun tangan dalam mengatasi polemik pernyataan yang disampaikan Kapolrestabes Semarang soal larangan demonstrasi. Menurut dia, Presiden harus memerintahkan Kapolri untuk menindak Kapolrestabes Semarang.

Selain itu, Kapolri juga harus menegur Kapolda Jawa Tengah jika memang Kapolda yang memberi arahan kepada Kapolrestabes atas pernyataan tersebut.

"Presiden harus memerintahkan Kapolri untuk menindak Kapolrestabes tersebut bahkan juga menegur Kapolda Jateng kalau dia yang memberi arahan," ujarnya.

Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji pada 21 Juli kemarin memberikan peringatan keras kepada kelompok masyarakat yang berniat menggelar demonstrasi menolak Perppu 2/2017 tentang perubahan atas UU nomor 17/2013 tentang organisasi kemasyarakatan (Perppu Ormas).

Abiyoso mengatakan, jika kelompok penentang Perppu Ormas itu tetap berdemonstrasi, terlebih dengan menggunakan senjata laras panjang, maka dalam kondisi demikian dia mengakui tidak menutup kemungkinan akan ada pertumpahan apapun itu.

"Dari kelompok yang mau nekat demo, kalau punya senjata laras panjang silakan dikeluarkan. Mulai dicek larasnya hari ini. Kalau besok masih nekat, berarti akan ada pertumpahan apa pun itu yang bisa ditumpahkan," ucap dia saat itu.
(ht)

Admin

Please Share 😊


Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - http://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

0 Comment

Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool


Google Plus
Facebook
Twitter
Tumblr
Reddit
Pinterest
Linkedin
Getpocket
Wordpress
close